PMII Logo

PB PMII

Nasional

PKN XX PB PMII Konsolidasikan Diaspora Kaderisasi Nasional Menuju Era Kepemimpinan Peradaban

Redaksi
11 Feb 2026, 15:00 WIB
56
PKN XX PB PMII Konsolidasikan Diaspora Kaderisasi Nasional Menuju Era Kepemimpinan Peradaban

PMII.ID, Jakarta - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia melalui Bidang Kaderisasi Nasional menyelenggarakan Pelatihan Kader Nasional XX pada tanggal 2 hingga 5 Februari 2026, di Balai Diklat Keagamaan Jakarta. Kegiatan ini mengusung tema "Diaspora Kaderisasi Era Baru PMII: Menerangi Zaman, Menggerakkan Perubahan, Memimpin Peradaban".

Sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari perwakilan Pengurus Koordinator Cabang seluruh Indonesia dan unsur Pengurus Besar PMII. Forum ini menjadi ruang pelatihan intelektual kader tingkat nasional untuk memperkuat arah gerakan dan kualitas kepemimpinan organisasi.

Ketua Bidang Kaderisasi Nasional PB PMII, Acep Jamaludin, menegaskan bahwa Pelatihan Kader Nasional XX menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah kaderisasi nasional. Ia menilai PKN bukan sekadar forum peningkatan kapasitas, tetapi ruang konsolidasi gagasan dan strategi agar kader mampu menjawab tantangan kebangsaan secara terukur di wilayah masing masing.

"Kita ingin kader PKN XX menjadi ulul albab yang berpikir jernih, bergerak sistematis, dan berani mengambil peran di ruang publik. Setelah kembali ke daerah, sahabat harus membangun tradisi kaderisasi yang kuat, menghadirkan advokasi berbasis data, dan memastikan PMII benar benar hadir sebagai solusi bagi umat dan bangsa", ujar Acep.

Bidang Kaderisasi Nasional PB PMII merancang kurikulum PKN XX berbasis tiga pilar utama yaitu keindonesiaan, advokasi, dan keislaman. Seluruh materi diarahkan untuk membentuk kader ulul albab yang memiliki kekuatan spiritual, kapasitas intelektual, serta ketegasan sikap dalam ruang publik.

Pada rumpun keindonesiaan, peserta mendalami arah kebijakan nasional, dinamika demokrasi, geopolitik kawasan, serta tantangan pembangunan sumber daya manusia. Narasumber nasional dari kalangan akademisi dan praktisi kebijakan publik membekali peserta dengan kemampuan membaca situasi dan menyusun strategi gerakan berbasis data.

Pada rumpun advokasi, peserta mempelajari teknik analisis kebijakan, penyusunan policy brief, strategi komunikasi publik, serta manajemen kampanye isu. Peserta menjalani simulasi advokasi terkait isu pendidikan tinggi, ketenagakerjaan pemuda, dan perlindungan kelompok rentan. Setiap kelompok menghasilkan draf rekomendasi kebijakan sebagai latihan konkret.

Pada rumpun keislaman, peserta memperdalam nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) sebagai fondasi gerakan PMII. Materi menekankan integrasi dzikir, pikir, dan amal dalam kepemimpinan. Narasumber nasional dari kalangan ulama dan intelektual muslim menegaskan pentingnya etika, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam setiap peran kader.

PKN XX menghasilkan beberapa capaian strategis. Peserta menyusun rencana tindak lanjut kaderisasi di wilayah masing masing dengan target terukur selama satu tahun. Peserta juga membentuk jejaring diaspora kader nasional untuk memperkuat koordinasi isu lintas daerah dan mempercepat respons organisasi terhadap kebijakan publik.

Melalui PKN XX, PB PMII menegaskan komitmen membangun kader yang mampu menerangi zaman dengan gagasan, menggerakkan perubahan dengan aksi, dan memimpin peradaban dengan nilai. Pelatihan ini menjadi langkah konkret menuju era baru kaderisasi PMII yang lebih terstruktur, responsif, dan berdampak bagi Indonesia.

#pmii
#pbpmii
#nasional
#organisasimahasiswa
ADS

Advertisement

970 x 250

Baca Juga